Sejarah Medali Olimpiade yang Gunakan Emas, Perak, Perunggu, Sebagai Tanda Pemenang

Medali Olimpiade: emas, perak, dan perunggu. (insider)

Setelah Zaman Keemasan, terjadilah Zaman Perak.

Selama Zaman Perak, pria kehilangan rasa hormat mereka untuk para dewa serta kekuatan mereka.

Kemudian, Zaman Perunggu secara historis penuh dengan perang dan kekerasan.

Alasan lain pemilihan logam tersebut adalah tabel periodik.

Semua logam yang digunakan untuk medali Olimpiade berada di kolom yang sama.

Susunan kolom di atas meja memiliki logam paling ringan dan paling melimpah di atas dan elemen yang lebih berat dan kurang umum di bagian bawah.

Melihat dari persepektif itu maka emas menjadi yang paling langka dan paling berharga.

Masuk akal, karena pemenang secara keseluruhan akan mendapatkan emas.

Lalu, mengapa emas yang didambakan oleh peserta Olimpiade, yang dikalungkan pada sang juara pada pertandingan itu tidak seluruhnya terbuat dari emas?

Melansir dari trophiesplusmedals, rupanya medali emas tersebut terbuat dari 99,9 persen perak dan dilapisi 6 gram emas.

Semua medali emas Olimpiade setidaknya mengandung sekitar 6 gram emas tersebut.

Emas padat terakhir digunakan pada Olimpiade 1912 di Stockholm, Swedia.