𝙏𝙧𝙖𝙙𝙞𝙨𝙞𝙣𝙮𝙖 𝙝𝙞𝙣𝙜𝙜𝙖 𝙨𝙚𝙠𝙖𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙞𝙣𝙞, 𝙝𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙖𝙪𝙢 𝙡𝙚𝙡𝙖𝙠𝙞 𝙨𝙖𝙟𝙖 𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙢𝙚𝙢𝙥𝙚𝙧𝙨𝙞𝙖𝙥𝙠𝙖𝙣 𝙙𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙤𝙡𝙖𝙝 𝙠𝙤𝙡𝙖𝙠 𝙖𝙮𝙖𝙢

Sambil menunggu sanggring atau kolak ayam matang, Sunan Dalem memerintahkan warga pulang ke rumah.
Karena waktu itu bulan puasa maka kepada warga diperintahkan kembali ke masjid menjelang sore hari pada saat berbuka puasa dengan membawa nasi dan ketan.
Benar juga, senja hari itu tepat tanggal 22 Ramadhan, Sunan Dalem bersama-sama warga Gumeno berbuka puasa di masjid dengan menu spesial yakni sanggring atau kolak ayam.
Jadi kalau sekarang ada acara buka bersama, bisa jadi mengikuti jejak yang pernah dilakukan Sunan Dalem dengan warga Gumeno.
Setelah berbuka puasa bersama dengan menu kolak ayam Sunan Dalem lantas mengumumkan kalau dirinya sembuh dari sakitnya.
Namun demikian Sunan Dalem tetap mengatakan kalau kesembuhannya tak lain berkat hidayah dan inayah Allah SWT.
Sebagai ungkapan rasa syukur Sunan Dalem berwasiat kepada warga Desa Gumeno agar setiap tanggal 22 Ramadhan, yang biasanya disebut “malem telulikur”, agar ditradisikan membuat kolak ayam tersebut.
Dengan demikian semenjak peristiwa pertama tahun 1451 Masehi itu hingga kini tradisi kolak ayam selalu diperingati warga Desa Gumeno Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik .
Tradisi kolak ayam saat malam 23 Ramadan Tahun 2021 ini di Gumeno tetap di selenggarakan dengan menerapkan protokol ketat kesehatan .
𝙎𝙤𝙪𝙧𝙘𝙚
Penggambaran mengenai tradisi ini dikutip dan ringkas kembali dari Buku Grissee Tempo Doeloe, Penerbit Pemda Kabupaten Gresik Tahun 2004.